Konseling merupakan aktifitas untuk
menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan. Untuk mencapai tujuan
yang diharapkan, ada perlunya dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling
membutuhkan teknik-teknik yang memadai.
Berikut ini adalah beberapa teknik konseling
sebagaimana yang telah disampaikan oleh Hamdani Bakari (2002), yakni:
1. Teknik
yang bersifat lahir
Teknik yang bersifat lahir ini menggunakan
alat yang dapat dilihat, didengar atau dirasakan oleh klien (anak didik) yaitu
dengan menggunakan tangan atau lisan antara lain:
a.
Dengan menggunakan kekuatan, power dan
otoritas
b.
Keinginan, kesungguhan dan usaha yang keras
c.
Sentuhan tangan (terhadap klien yang
mengalami stres dengan memijit di bagian kepala, leher dan pundak)
d.
Nasehat, wejangan, himbauan dan ajakan yang
baik dan benar. Maksudnya dalam konseling, konselor lebih banyak menggunakan
lisan yang berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh klien dengan baik, jujur
dan benar. Agar konselor bisa mendapatkan jawaban dan pernyataan yang jujur dan
terbuka dari klien, maka kalimat yang dilontarkan konselor harus mudah
dipahami, sopan dan tidak menyinggung perasaan atau melukai hati klien.
Demikian pula ketika memberikan nasehat hendaklah dilakukan dengan kalimat yang
indah, bersahabat, menenangkan dan menyenangkan.
e.
Membacakan do’a atau berdo’a dengan
menggunakan lisan
f.
Sesuatu yang dekat dengan lisan yakni dengan
air liur hembusan (tiupan)
2. Teknik
yang Bersifat Batin
Yaitu teknik yang hanya dilakukan dalam hati
dengan do’a dan harapan namun tidak usaha dan upaya yang keras secara konkrit,
seperti dengan menggunakan potensi tangan dan lisan. Oleh karena itulah
Rosululloh bersabda “bahwa melakukan perbuatan dan perubahan dalam hati saja
merupakan selemah-lemahnya iman”.
Teknik konseling yang ideal adalah dengan
kekuatan, keinginan dan usaha yang keras dan sungguh-sungguh dan diwujudkan
dengan nyata melalui perbuatan, baik dengan tangan, maupun sikap yang lain.
Tujuan utamanya adalah membimbing dan mengantarkan individu (anak didik) kepada
perbaikan dan perkembangan eksistensi diri dan kehidupannya baik dengan
Tuhannya, diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan
lingkungan masyarakat.
0 Response to "Macam-Macam Teknik Dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling"
Post a Comment