Jenis-jenis Lembaga Pendidikan Islam Lengkap

Menurut Sidi Gazalba, lembaga yang berkewajiban melaksanakan pendidikan Islam adalah sebagai berikut:

1.   Rumah tangga, yaitu pendidikan primer untuk fase bayi dan fase kanak-kanak sampai usia sekolah. Pendidikannya adalah orangtua, sanak kerabat, family, saudara-saudara, teman sepermainan,dan kenalan pergaulan.
2.   Sekolah, yaitu pendidik sekunder yang mendidik anak mulai dari usia masuks ekolah sampai ia keluar dari sekolah tersebut. Pendidikannya adalah guru yang professional.
3.   Kesatuan sosial, yaitu pendidikan terakhir yang merupakan pendidikan yang terakhir tetapi bersifat permanen. Pendidikanya adalah kebudayaan, adat istiadat, dan suasana masyarakat setempat. (Gazalba, 1970: 26-27)

Di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits secara eksplisit tidak disebutkan secara khusus mengenai adanya lembaga pendidikan, sekolah atau madrasah. Lembaga-lembaga pendidikan selengkapnya akan dikemukakan sebagai berikut:

a. Keluarga

Menurut HammudahAbd Al-Ati, definisi keluarga secara operasional adalah suatu struktur yang bersifat khusus, satu sama lain dalam keluarga mempunyai ikatan melalui hubungan darah atau pernikahan. Sistem kekeluargaan menurut Islam adalah “al-usrat az-zawjiyyah” (suami istri) yaitu keluarga yang terdiri atas suami, istri, dan anak-anak yang belum cukup umur atau berumah tangga. Anak yang telah menikah dipandang telah membuat keluarga pula.

Keluarga merupakaan lembaga pendidikan yang pertama, tempat peserta didik perta kali menerima pendidikan dan bimbingan dari orangtua atau anggota keluarga lain. Keluargalah yang meletakkan dasar-dasar kepribadian anak, karena pada masa ini, anak lebih peka terhadap pengaruh pendidik (orangtua). Lembaga pendidikan pertama dalam Islam adalah keluarga atau rumah tangga. Rumah sebagai lembaga pendidikan dalam Islam sudah diisyaratkan oleh Al-Qur’an, seperti yang terkandung dalam Asy-Syura ayat 26 sebagai berikut :

Artinya:     “Berikanlah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. (Asy-Syura : 214)

b. Sekolah (Madrasah)

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang sangat penting sesudah keluarga. Semakin besar anak, semakin banyak kebutuhannya. Kerana keterbatasannya, orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan anak tersebut. Oleh karena itu, orangtua menyerahkan sebagian tanggung  jawabnya kepada sekolah. Masa sekolah bukan satu-satunya masa bagi setiap orang untuk belajar. Namun disadari bahwa sekolah merupakan tempat dan saat yang strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk membina peserta didik dalam menghadapi kehidupan masa depan.

Tugas guru dan pemimpin sekolah, di samping memberikan pendidikan budi pekerti dan keagamaan, juga memberikan dasar-dasar ilmu pengetahuan. Pendidikan budi pekerti dan keagamaan di sekolah haruslah merupakan lanjutan, setidak-tidaknya jangan bertentangan dengan apa yang diberikan dalam keluarga.

c. Masyarakat

Masyarakat turut serta dalam memikul tanggung jawab pendidikan. Masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan, dan agama setiap masyarakat. masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan anak, terutama para pemimpin masyarakat atau penguasa yang ada di dalamnya.
Masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang kedua setelah keluarga dan sekolah. Pendidikan ini telah dimulai sejak anak-anak, berlangsung beberapa jam dalam satu hari selepas dari pendidikan keluarga dan sekolah. Corak pendidikan yang diterima peserta didik dalam masyarakat ini banyak sekali, yaitu meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan, pengetahuan, sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.

Aktivitas dan interaksi antar sesama manusia dalam badan pendidikan tersebut banyak mempengaruhi perkembangan kepribadian anggotanya cenderung berwarna islami pula. Sebaliknya, jika aktivitas dan interaksi di dalamnya bercorak sekuler maka kepribadian anggotanya akan cenderung seperti itu pula.

d. Masjid

Peran masjid dalam pendidikan Islam antara lain adalah, pertama, peran masjid sebagia lembaga pendidikan informal dapat dilihat dari segi fungsinya sebagai tempat ibadah, sedangkan peran masjid sebagai lembaga nonformal dapat dilihat dari sejumlah kegiatan pendidikan dan pengajaran dalam bentuk halaqah (lingkungan studi) yang dipimpin oleh seorang ulama. Kedua, peran masjid sebagai lembaga pendidikan sosial kemasyarakatan dan kepemimpinan. Hal ini berkaitan dengan kepentingan mesyarakat dapat dipelajari di masjid dengan cara melibatkan diri dalam kegiatan yang bersifat amaliyah.

e. Al-Kuttab, Surau dan TPA

Munculnya lembaga pendidikan al-kuttab dapat ditelusuri sampai kepada zaman Rasulullah SAW. al-kuttab pernah memaiankan peranan yang cukup besar dalam bidang pendidikan, khususnya permulaan sejarah Islam, ketika Nabi SAW memerintahkan para tawanan perang Badar yang dapat menulis dan membaca untuk mengajar sepuluh anak Madinah. Keberadaan al-kuttab mirip dengan keberadaan surau termasuk lembaga pendidikan dasar yang tertua di Sumatera Barat. Di Surau ini anak-anak diajarkan tentang membaca Al-Qur’an, praktek ibadah shalat, dasar-dasar agama, akidah dan akhlak.

Selanjutnya, TPA atau Taman Pendidikan Anak-anak adalah lembaga pendidikan Islam yang membimbing anak-anak untuk mengenal huruf-huruf hijaiyah, mengucapkan kata-kata atau kalimat huruf Arab, dan selanjutnya membaca dan menghafal surat dan ayat-ayat pendek.

f. Al-Zawiyah

Kata zawiyah secara harfiah berasal dari kata inzawa, yanzawi, yang berarti mengambil tempat tertentu dari sudut masjid yang digunakan untuk i’tikaf (diam) dan beribadah. Kaitannya sebagai lembaga pendidikan adalah zawiyah merupakan tenpat berlangsungnya pengajian-pengajian yang mempelajari dan membahasa dalil-dalil yang berkaitan dengan aspek-aspek agama serta digunakan para kaum sufi sebagai tempat untuk halaqah berdzikir dan tafakkur untuk meningkatkan keagungan Allah SWT.

g. Al-Maristan

Al-Maristan dikenal sebagai lembaga ilmiah yang paling penting dan sebagai tempat penyembuhan dan pengobatan pada zaman keemasan Islam. di lembaga ini, para dokter mengajarkan ilmu kedokteran dan mereka mengadakan studi dan penelitian secara menyeluruh.

h. Al-Ribath

Secara harfiah, al-ribath artinya ikatan. Al-ribath adalah ikatan yang mudah dibuka, seperti ikatan rambut seorang wanita. Al-ribath selanjutnya menjadi lembaga pendidikan yang secara khusus dibangun untuk mendidik para calon sufi atau guru spiritual.

i. Al-Qushur (Istana)

Istana tempat kediaman khalifah, raja, sultan, dan keluarganya, selain berfungsi sebagai pusat pengendalian kegiatan pemerintah, juga digunakan sebagai tempat bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan bagi para putra khalifah, raja dan sultan tersebut. Mata pelajaran yang diberikan antara lain ilmu pengetahuan, peradaban, bahasa, sastra, ketrampilan pidato, sejarah kehidupan pehlawan, memanah, mengendarai kuda dan berenang.

j. Huwanit al-Waraqin

Tentang peranan toko buku sebagai tempat kegiatan belajar sudah ada sejak zaman klasik Islam. toko buku yang ada di pasar digunakan sebagai tempat berkumpul mengemukakan sebagai karakter pedagang, namun mereka juga berusaha untuk menggunakan untuk melakukan kegiatan pendidikan dan pengajaran, seperti membaca syair, debat ilmiah, dan menyampaikan ceramah.

k. Al-Shalunat Al-Adabiyah (sanggar sastra)

Sanggar sastra ini mulai tumbuh pada zaman pemerintah Bani Umayyah. Sanggar sastra pada mulanya merupakan perkembangan dari balai pertemuan khalifah, para khalifah dalam Islam banyak berurusan denagn aktivitas keduniaan dalam hubungannya dengan urusan keagamaan, dan atas dasar ini, maka dipandang perlu adanya persyaratan ilmiah yang memungkinkan bagi berlangsungnya kegiatan ijtihad dalam pengambilan keputusan.

l. Al-Badiyah

Al-Badiyah secara harfiyah dapat diartikan sebagai tempat mengajarkan bahasa Arab asli, yakni bahasa Arab yang belum tercampur oleh pengaruh berbagai dialek bahasa asing.

m. Al-Maktabat

Sejarah mencatat, bahwa perhatian kaum muslimin di zaman klasik terhadap pendidikan, bukan hanya dengan membangun gedung-gedung sekolah, melainkan juga disertai dengan membangun perpustakaan. Perpustakaan didirikan dengan maksud menyebarluaskan ilmu di kalangan orang-orang yang kurang mampu dan haus akan ilmu pengetahuan, sehingga ia merupakan suatu institute agama, sastra dan ilmiah.

0 Response to "Jenis-jenis Lembaga Pendidikan Islam Lengkap"

Post a Comment